Pages

Penyebab Gagalnya Pensiun Anda


Pada saat Anda membaca tulisan ini, terdapat banyak sekali orang yang sedang mempersiapkan pensiun. Ada yang tahun depan pensiun, ada yang masih tiga tahun lagi, atau ada juga yang masih lama, lima tahun lagi.

Ketika Anda memikirkan kehidupan masa pensiun, pernahkah terbayang apakah waktu yang tersisa beberapa tahun ke depan cukup untuk mempersiapkan seluruh dana pensiun kita? Lalu, apa saja yang biasanya menjadi penyebab kegagalan dalam mempersiapkan dana pensiun?

Menurut Avian Dwiputra COO dan senior advisor di Ardana Consulting kesalahan pertama yang kerap terjadi adalah menunda persiapan dana pensiun.

Mempersiapkan dana pensiun lima tahun menjelang usia pensiun bisa dibilang terlalu mepet. Dengan kebutuhan dana pensiun yang berpotensi mencapai miliaran rupiah, jangka waktu 5 tahun menjadi terlalu riskan, kata Avian.

Hah? Apakah benar kebutuhan dana pensiun bisa mencapai miliaran? Bisa, jika kita mempertimbangkan perkembangan inflasi terhadap biaya hidup kita saat ini.

Lalu, mungkinkah mempersiapkannya dalam waktu 5 tahun? Bisa, tapi mungkin akan berat. Sangat berat, ungkap Avian.

Kesalahan kedua, menurut Avian adalah pernyataan, Bagaimana nanti saja, lah. Pada kenyataannya tidak sedikit orang-orang yang bepikiran seperti ini. Mereka biasanya berpikir hanya di saat ini saja, apa yang diperoleh saat ini hanya untuk kebutuhan saat ini. Sedangkan apa yang akan menjadi kebutuhan di masa depan, akan dipikirkan nanti saja saat waktunya tiba.

Ini sangat berisiko! tegas Avian. Pola pikir semacam ini hampir sama berisikonya dengan mengandalkan anak-anak untuk membiayai kebutuhan pensiunnya. Anak-anak sudah cukup sulit membiayai kehidupan keluarganya sendiri, belum tentu mereka mampu dibebani tambahan biaya pensiun kita.

Selanjutnya adalah kesalahan ketiga: terlampau mengandalkan tunjangan pensiun, ujar Avian.

Ketika bekerja, memang Anda sudah diikutsertakan dalam program jaminan hari tua yang rutin dipotong dari penghasilan dan juga dibayarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Tetapi apakah cukup?

Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1992, telah disebutkan pada pasal 25 bahwa pada saat kita pensiun, kita akan memperoleh sebanyak-banyaknya hanya 20 persen dari nilai manfaat pensiun sebagai sarana transisi, papar Avian.  Cukup? Entahlah, karena Anda baru mengetahuinya saat mengalaminya. Dan pada saat itu, semua sudah sangat terlambat.

Avian menjelaskan bahwa kehidupan masa pensiun tidak akan terlihat dan terasa menyenangkan sebagaimana yang kita bayangkan selama ini.

Bertualang keliling dunia, bermain bersama cucu, berkebun di halaman belakang rumah, dan sebagainya, tidak akan tercapai kalau kita tidak mempersiapkannya dengan baik sejak saat ini. Sebelum semuanya terlambat, tegas Avian. (bn/readersdigest)

Diambil dari situs Ciputra Entrepreneurship



Ayo bergabung di grup Tanya Jawab Investasi


Langganan Info via Email