Pages

Peabo Bryson Celebrating 40 Years of Magic 2016

PEABO BRYSON CELEBRATING 40 YEARS OF MAGIC 2016
Saturday, August 06 2016
The Hall Senayan City, Jakarta


Peabo Bryson Akan Merayakan 40 Tahun Karirnya Dalam Konser Di Jakarta

Penyanyi legendaris pemenang 2 Grammy Award, Peabo Bryson akan melangsungkan konser di Jakarta dalam rangka merayakan 40 tahun perjalanan karirnya. Pencetak hit legendaris yang bermukim di Atlanta, Amerika Serikat meluncurkan album pertamanya di tahun 1976. Ia akan memukau para penggemar musik dengan lantunan lagu-lagu hitsnya seperti “Beauty and The Beast”, “If Ever You’re In My Arms Again”, “A Whole New World”, “Why Good Bye?”, “By The Time This Night Is Over”, Tonight I celebrate My Love”, and masih banyak lagi.

Konser akan dilangsungkan di Jakarta pada hari Sabtu, 6 Agustus 2016, bertempat di The Hall Senayan City.

Peabo Bryson memenangkan 2 Grammy Award sepanjang karirnya, yakni pada tahun 1992 lewat lagu “Beauty and The Beast” bersama Celine Dion, dan pada 1993 untuk lagu “A Whole New World” bersama Regina Belle. Dalam konsernya di Jakarta, Peabo akan berduet menyanyikan lagu-lagu tersebut dengan salah satu diva Indonesia.

Mengomentari tentang konsernya di Jakarta, Peabo Bryson mengatakan senang sekali bisa kembali ke Indonesia lagi. Indonesia adalah tempat yang dekat di hatinya karena sudah tampil beberapa kali di Indonesia, dan punya banyak teman dan penggemar di sini. Peabo sangat cinta dengan orang-orangnya, makanannya, dan terutama dengan para penggemarnya. Bisa merayakan 40 tahun karirnya di Indonesia bersama-sama dengan penggemar adalah sesuatu yang sangat istimewa baginya, dan ia sudah tidak sabar untuk itu.

Penyanyi Amerika yang saat ini bermukim di Atlanta akan membawa serta rombongan band-nya dari Amerika Serikat dalam konser yang dirancang akan sangat istimewa. “Ini bukan sekedar konser biasa. Tema konser ini adalah merayakan 40 tahun karir Peabo Bryson. Jadi saya yakin Peabo akan mempersiapkan sesuatu yang sangat istimewa buat para fans di sini. Para penggemar akan dimanjakan” jelas Hendy Liem, promoter konser dari MNC Innoform.

Tiket untuk PEABO BRYSON CELEBRATING 40 YEARS OF MAGIC
SILVER @ IDR 950.000,00
GOLD @ IDR 1.750.000,00
DIAMOND @ IDR 2.300.000,00
VVIP @ IDR 3.450.000,00 

Tiket Box: 081322180103

99 Detik Jadi Pengusaha

GRAND SEMINAR KOTA BANDUNG .

99 detik jadi pengusaha
Bersama Jafrial Jasman
(Pemilik Grand Calista Estate & Madu Bima99, Milyarder muda versi majalah bisnis plus tahun 2010, Penulis Buku 99 detik menjadi Pengusaha, Licensed Master NLP from Orlando, USA)

Minggu,21 Desember 2014
Pukul : 12.00 - 12.00 WIB
Tempat : Magenta room fave hotel Braga lt. 1 Bandung

Apa yang akan anda dapatkan disini ?
1. Ilmu komunitas,calon investor,calon distributor,sera sahabat baru yang se-VISI
2. konsep dan tips praktis membuat rezeki di antar,caranya hanya dalam 99 detik anda jadi pengusaha
3. Memilih,memulai dan mengembangkan bisnis anda
4. Cara mendapatkan modal dari investor
5. Cara mendapatkan penghasilan minimal 3 juta per bulan hanya dengan blackberry.

ANDA TIDAK AKAN RUGI JIKA TIDAK IKUT SEMINAR INI,TAPI KETIKA ANDA IKUT MAKA ANDA AKAN TAHU BETAPA RUGINYA ORANG-ORANG YANG TIDAK IKUT.

Ust. Yusuf Mansur
"Jafrial sudah banyak memukau saya dan ribuan pengusaha di setiap seminar/pelatihannya."

Supported by
- hotel Padang
- bank mandiri
- XL
- Gramedia
- Garuda Indonesia
- Cappujae

Tiket dan Pendaftaran: WA 081322180103

Pungutan di Sekolah

Salah satu masalah yang dihadapi oleh orang tua siswa pada saat bulan-bulan seperti ini (Juli - Agustus/Tahun Ajaran Baru) adalah uang sekolah. Walaupun sudah ada program pemerintah berupa dana bantuan untuk pendidikan, seperti BOS (Biaya Operasional Sekolah) tapi masih ada sekolah yang meminta (memungut) uang untuk ini dan itu kepada peserta didik. 

Padahal, dalam Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelengaraan pendidikan Pasal 181 menyatakan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang:
  • a. menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan;
  • b. memungut biaya dalam memberikan bimbingan belajar atau les kepada peserta didik di satuan pendidikan;
  • c. melakukan segala sesuatu baik secara langsung maupun tidak langsung yang menciderai integritas evaluasi hasil belajar peserta didik; dan/atau
  • d. melakukan pungutan kepada peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

/bugs

Anda ingin berbuat maksiat? Ini syaratnya...

Pada suatu hari, Ibrahim bin Adham didatangi seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabiah. Ia meminta nasehat kepada dirinya agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya. Ia berkata, "Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya."

Setelah merenung sejenah, Ibrahim berkata, "jika kau mampu melaksanakan lima syarat yang kuajukan, maka aku tidak keberatan kau berbuat dosa."

Tentu saja dengan penuh rasa ingin tahu yang besar, Jahdar beratanya, "apa saja syarat-syarat ini, ya Aba Ishak?"

"Syarat pertama, jika kau melaksanakan perbuatan maksiat, maka janganlah kau memakan rizki Allah", ucap Ibrahim.

Lelaki itu mengernyitkan dahinya lalu berkata, "lalu aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rizki Allah?"

"Benar", jawab Ibrahim tegas. "Bila kau telah mengetahuinya, masih pantaskah kau memakan rizki-Nya sementara kau terus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintah-Nya?"

"Baiklah…", jawab lelaki itu tampak menyerah. "kemudian apa syarat yang kedua?"

"Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya", kata Ibrahim lebih tegas lagi.

Syarat kedua ini membuat Jahdar lebih kaget lagi. "Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?"

"Benar Abdullah. Karena itu pikirkanlah baik-baik. Apakah kau masih pantas memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya sementara kau terus berbuat maksiat?", tanya Ibrahim.

"Kau benar Aba Ishak", ucap Jahdar kemudian. "Lalu apa syarat ketiga?", tanyanya dengan penasaran.

"Kalau kau masih juga bermaksiat kepada Allah tetapi masih ingin memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat yang tersembunyi agar tidak terlihat oleh-Nya."

Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. "Ya Aba Ishak, nasehat macam apakah semua ini? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?"

"Bagus! Kalau kau yakin Allah selalu melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rizki-Nya, tinggal di buminya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya. Pantaskah kau melakukan semua itu?", Tanya Ibrahim kepada lelaki yang masih tampak bengok itu. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabiah tidak berkutik dan membenarkannya.

"Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakana apa syarat yang keempat?"

"Jika malaikatul maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertaubat dan melakukan amal shaleh."

Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukan selama ini. Ia kemudian berkata, "tidak mungkin…tidak mungkin seua itu kulakukan."

"Ya abdallah, bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah?"

Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya sayarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasehat kepada lelaki itu.

"Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!"

Lelaki yang ada dihadapan Ibrahim bin Adham itu tampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasehatnya. Ia menangis penuh penyesalan. Dengan wajah penuh sesal, ia berkata, "cukup…cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarkannya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah."

Lelaki itu memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyuk.

(Sumber: Ebook "Kisah Teladan Islami")

Meski Super Tajir, Warren Buffett Hidup Irit

Siapa tak kenal Warren Buffett? Miliarder dunia yang punya duit hingga Rp 675 triliun. Meski punya duit banyak, Buffett ternyata hidup sederhana alias irit. Anak-anaknya pun hanya disekolahkan di sekolah negeri.

Buffett yang kini berusia 83 tahun juga sudah bersiap memberikan estafet bisnisnya ke anaknya yang paling jago berbisnis Howard Homan Buffett .

Ungkapan buah jatuh tak jauh dari pohonnya seperti menggambarkan kehidupan Warren Buffett. Miliarder pembangun kekayaan generasi Buffett ini mewarisi sifat sang ayah, Howard Homan Buffett yang pantang menyerah dan gigih bekerja.

Kekuatan bisnis dan keahlian Buffett dalam berinvestasi juga diwarisinya dari sang ayah. Bakat bisnis memang mengalir di darah pria kelahiran 1930 itu. Buktinya, sejak kecil, Buffett sudah memperlihatkan ketertarikannya pada dunia usaha dengan ikut bekerja di toko grosir milik sang kakek, Ernest Platt Buffett.

Dia bahkan tak malu menjual permen karet pada teman-temannya di sekolah dasar. Beranjak remaja, Buffett mulai memasang mesin pinball bekas yang dia beli bersama seorang teman seharga US$ 25 di tempat pangkas rambut. Miliarder terkaya ke-dua di dunia ini terus mengembangkan bakat bisnisnya hingga berhasil membangun salah satu keluarga super kaya di dunia.

Sebagai miliarder, Buffett tak bersikap arogan seperti kebanyakan orang kaya lain yang senang memanjakan anak-anaknya dengan harta. Uniknya, sifat sederhana keluarga Buffett membuat para tetangganya tak sadar tengah hidup berdampingan dengan keluarga super kaya.

Ayah dengan kekayaan berjumlah US$ 58,5 miliar atau setara Rp 675 triliun ini tak mau orang lain mendekati anak-anaknya hanya karena uang. Buffet dan istrinya selalu berharap buah hatinya tumbuh bersama orang-orang yang tulus. (as/liputan6.com)
Sumber: Ciputra Entrepreneurship

Enam Kesalahan Ketika Berinvestasi




Kesuksesan bukan hanya mengenai apa yang dilakukan, tetapi juga dapat menghindari kesalahan besar. Hal ini juga berlaku untuk investasi.

Dalam esai Charles Ellis yaitu The Loser's Game pada 1975 membandingkan investasi dengan tenis amatir. Menggunakan pekerjaan statistik dan teori-teori yang dikembangkan oleh ilmuwan Simon Ramo, Ellis menunjukkan kalau pemain tenis amatir jarang memenangkan pertandingan dengan tembakan brilian.

Bahkan 80% dari waktu, pemenang pertandingan tenis amatir adalah pemain yang membuat kesalahan lebih sedikit. Jadi jika Anda seorang pemula yang ingin meningkatkan investasi, Anda harus mulai dengan dasar-dasar.

Berikut adalah enam kesalahan terbesar investor ketika berinvestasi. Jika Anda menghindarinya, mungkin keuntungan yang akan diperoleh:

1. Kegagalan untuk menyimpan
Jika Anda tidak menyimpan, Anda tidak dapat berinvestasi. Sayangnya, menurut survei consumer federation of America, hampir sepertiga dari orang Amerika tidak menyimpan apa-apa. Orang yang menyimpan tidak menyimpan banyak.

Menurut data bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve kalau tingkat tabungan pribadi adalah sekitar 4%-5% selama 2013. Memang menabung sulit tetapi penting.

2. Tidak berinvestasi di saham
Seiring waktu, saham telah menjadi tambang emas bagi investor. Akan tetapi, kebanyakan orang Amerika tidak. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Gallup, hanya 24% orang AS berpikir kalau saham dan reksa dana merupakan investasi jangka panjang terbaik.

Lalu yang lainnya menilai kalau investasi terbaik yaitu properti yang mencapai 30%, dan sekitar 24% orang menganggap emas merupakan investasi terbaik.

Tidak ada keraguan kalau investasi real estate bisa mendapatkan hasil baik, tetapi itu berasal dari pendapatan sewa bukan apresiasi. Menurut ekonom Yale, Robert Shiller, kalau harga rumah setelah inflasi adalah 0,2% per tahun. Terlalu banyak orang Amerika menganggap rumah mereka menjadi investasi terbesar.

Menurut data historis, membeli sebuah rumah atau rumah lebih besar yang tidak menghasilkan pendapatan sewa tidak memberikan keuntungan maksimal setelah inflasi. Sedangkan emas, menurut ekonom Harvard, Greg Mankiw, emas tidak jauh lebih baik dalam hal pengembalian.

3. Membayar biaya tinggi
Selama jangka waktu lama, biaya tinggi memiliki efek yang sangat merusak pada hasil investasi dan kekayaan Anda. Biaya tinggi itu terutama mengenai penasihat keuangan.

4. Sering melakukan trading saham
Trading dapat juga berbahaya bagi kekayaan Anda. Brad Barber dan Terrance Odean telah menyelidiki aktivitas perdagangan untuk 78 ribu rekening selama enam tahun.

Selama tahun 1991-1996, rata-rata keuntungan tahunan pasar sebesar 17,9%. Mereka yang sering trading saham mencatatkan rata-rata pengembalian hasil sekitar 11,4%. Sedangkan mereka yang sedikit trading mencatatkan pengembalian hasil trading sebesar 18,5% per tahun.

5. Tak diversifikasi
Ketika berinvestasi jangan menaruh semua investasi Anda dalam satu keranjang. Hal itu merupakan hal yang sesuai akal sehat. Jadi masuk akal bila Anda memiliki aset lain di luar saham.

6. Mencoba untuk cepat kaya
Ingin cepat kaya menjadi sifat manusia. Hal ini mengarah pada kesalahan besar dalam berinvetasi. Apalagi kalau investor membeli saham tidak memiliki fundamental baik.

Nah itu enam kesalahan besar dalam investasi. Jika Anda menghindari enam kesalahan ini, Anda akan menghemat dalam berinvestasi saham, memegang investasi jangka panjang, dan mendiversifikasi portofolio. (as/usatoday/liputan6.com)
Sumber: Ciputra Entrepreneurship

Mengapa Kita Perlu Berinvestasi?

Mengelola keuangan bulanan tentu bukanlah hal yang mudah. Jangankan berpikir mengenai investasi, merencanakannya saja Anda pasti sudah tak terbayangkan. Lantas, bagaimana cara mudah untuk merencanakan keuangan agar uang gaji tidak habis tanpa jejak, dan Anda bisa memiliki investasi?

Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai menabung dan mengelola keuangan, sampai pada satu titik tertentu.

Biasanya berapa pun uang yang kita hasilkan, pasti selalu memiliki keinginan untuk menghabiskannya. Padahal menyimpan uang itu mudah. Ada tahapannya.

Dengan kata lain, memang tidak semua orang bisa mengatur keuangan mereka dengan baik. Padahal, jika direncanakan sejak sekarang, maka yang akan Anda rasakan adalah momen ketika Anda sudah tua atau pada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Dalam merencanakan keuangan, ada dua hal yang harus dibedakan, yaitu menabung atau menyimpan, dan investasi.

Menyimpan itu sama seperti tabungan. Berbeda dengan tabungan yang memiliki jaminan dari pemerintah untuk nominal tertentu, investasi tidak memiliki jaminan. Jumlahnya pun bisa naik atau turun, bahkan hilang, semua tergantung pada risiko investasi.

Investasi tidak harus dalam jumlah yang besar. Cobalah dimulai dengan menyisihkan sedikit uang, misalnya Rp 200.000 per bulan, maka itu dapat berfungsi sebagai investasi jangka panjang.

Dalam berinvestasi hal terpenting yang dibutuhkan yaitu perhitungan waktu.

Perencanaan keuangan penting untuk masa pensiun Anda kelak, agar Anda tetap hidup layak tanpa menurunkan standar hidup. Jika Anda sekarang berusia 25 – 35 tahun, untuk bisa pensiun pada usia 55 tahun dan menikmati masa pensiun selama 15-20 tahun, Anda membutuhkan dana sekitar Rp 30 - 50 miliar. Itu sebabnya, jika tidak dipersiapkan secara matang hal itu bisa berakibat fatal. Persiapan tersebut bisa dilakukan dengan cara berinvestasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui produk keuangan atau terjun ke dunia bisnis. (as/kompas.com)

Sumber: Ciputra Entrepreneurship

Langganan Info via Email