Pages

Showing posts with label Investasi. Show all posts
Showing posts with label Investasi. Show all posts

10 Usaha Sampingan Yang Cocok Untuk Karyawan

Sebagian besar karyawan ingin memiliki usaha sampingan untuk menambah penghasilan kerjanya dari gaji pokok yang ia dapatkan. Sesuaikan jenis pekerjaan dengan talenta atau keterampilan Anda. Beberapa pekerjaan sampingan tampak lebih baik dari yang lain, terutama dalam hal waktu dan juga uang yang dihasilkan. Berikut adalah 10 usaha sampingan yang dapat diperhitungkan dengan keahlian anda:

1. Guru les
Jika Anda memiliki pengetahuan mendalam tentang satu bidang pelajaran tertentu, ini saatnya memanfaatkan ilmu tersebut sebagai pekerjaan sampingan. Anda bisa menjadi guru les privat yang waktunya sangat fleksibel.

2. Bartender
Siang hari menjadi karyawan dan di malam hari menjadi bartender adalah salah satu opsi yang menarik untuk mendapat tambahan uang. Pekerjaan sampingan yang satu ini menghasilkan uang cukup banyak dari tip yang diberikan.

3. Membuat kue
Anda bisa masuk ke dalam bisnis makanan tanpa perlu memiliki restoran. Keterampilan Anda membuat kue dan aneka cookies merupakan bakat yang bisa menghasilkan banyak uang. Mulailah memasarkan kue-kue Anda melalui media sosial, jangan lupa lengkapi dengan dokumentasi foto agar lebih menarik.

4. Perencana pesta
Tak sedikit pasangan pengantin yang mengatur sendiri pesta pernikahan mereka tertarik untuk mencoba bisnis wedding organizer. Selain pesta pernikahan, pesta ulang tahun anak atau acara-acara kantor merupakan "ladang" yang bisa dicoba.

5. Fotografer
Biasanya fotografi adalah usaha sampingan yang berangkat dari hobi. Agar "nilai jual" Anda meningkat, tambahkan dengan keterampilan mengolah foto secara digital.

6. Penata rias
Keterampilan Anda memulas make up bisa dimanfaatkan untuk mendulang uang. Anda juga bisa mengambil kursus singkat atau sertifikasi sebagai make up artist.

7. Membuat web
Hampir setiap usaha bisnis membutuhkan website sebagai media informasi produk mereka. Peluang bisnis yang besar ini bisa Anda manfaatkan, terutama jika Anda memiliki kemampuan mendesain web. Untuk melebarkan sayap, ikuti kontes membuat desain web agar karya Anda semakin dikenal.

8. Penerjemah
Mahir berbahasa asing? Kemampuan Anda sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk menerjemahkan buku, tapi juga film, hingga dokumen-dokumen resmi. Makin tinggi jam terbang Anda, makin besar tarif yang bisa Anda patok.

9. Admin media sosial
Ini adalah profesi baru yang belakangan ini banyak dicari. Selain waktunya yang fleksibel, penghasilannya juga lumayan. Cukup banyak brand atau tokoh publik yang kini memiliki media sosial, baik Twitter, Instagram, atau Facebook. Nah, media sosial ini butuh admin khusus untuk menjaganya tetap hidup.

10. Bisnis MLM
Meskipun usaha multi level marketing (MLM) tidak segencar beberapa tahun lalu, namun penghasilan yang diberikan dari aktif di bisnis ini cukup lumayan. Asalkan Anda cukup gigih dan memilih jaringan yang luas, Anda bisa mengantongi pendapatan yang besar. Kesempatan untuk berwisata ke luar negeri secara gratis pun terbuka lebar.(vaa)
Sumber: eciputra.com

Ayo bergabung di grup Tanya Jawab Investasi


Penyebab Gagalnya Pensiun Anda


Pada saat Anda membaca tulisan ini, terdapat banyak sekali orang yang sedang mempersiapkan pensiun. Ada yang tahun depan pensiun, ada yang masih tiga tahun lagi, atau ada juga yang masih lama, lima tahun lagi.

Ketika Anda memikirkan kehidupan masa pensiun, pernahkah terbayang apakah waktu yang tersisa beberapa tahun ke depan cukup untuk mempersiapkan seluruh dana pensiun kita? Lalu, apa saja yang biasanya menjadi penyebab kegagalan dalam mempersiapkan dana pensiun?

Menurut Avian Dwiputra COO dan senior advisor di Ardana Consulting kesalahan pertama yang kerap terjadi adalah menunda persiapan dana pensiun.

Mempersiapkan dana pensiun lima tahun menjelang usia pensiun bisa dibilang terlalu mepet. Dengan kebutuhan dana pensiun yang berpotensi mencapai miliaran rupiah, jangka waktu 5 tahun menjadi terlalu riskan, kata Avian.

Hah? Apakah benar kebutuhan dana pensiun bisa mencapai miliaran? Bisa, jika kita mempertimbangkan perkembangan inflasi terhadap biaya hidup kita saat ini.

Lalu, mungkinkah mempersiapkannya dalam waktu 5 tahun? Bisa, tapi mungkin akan berat. Sangat berat, ungkap Avian.

Kesalahan kedua, menurut Avian adalah pernyataan, Bagaimana nanti saja, lah. Pada kenyataannya tidak sedikit orang-orang yang bepikiran seperti ini. Mereka biasanya berpikir hanya di saat ini saja, apa yang diperoleh saat ini hanya untuk kebutuhan saat ini. Sedangkan apa yang akan menjadi kebutuhan di masa depan, akan dipikirkan nanti saja saat waktunya tiba.

Ini sangat berisiko! tegas Avian. Pola pikir semacam ini hampir sama berisikonya dengan mengandalkan anak-anak untuk membiayai kebutuhan pensiunnya. Anak-anak sudah cukup sulit membiayai kehidupan keluarganya sendiri, belum tentu mereka mampu dibebani tambahan biaya pensiun kita.

Selanjutnya adalah kesalahan ketiga: terlampau mengandalkan tunjangan pensiun, ujar Avian.

Ketika bekerja, memang Anda sudah diikutsertakan dalam program jaminan hari tua yang rutin dipotong dari penghasilan dan juga dibayarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Tetapi apakah cukup?

Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1992, telah disebutkan pada pasal 25 bahwa pada saat kita pensiun, kita akan memperoleh sebanyak-banyaknya hanya 20 persen dari nilai manfaat pensiun sebagai sarana transisi, papar Avian.  Cukup? Entahlah, karena Anda baru mengetahuinya saat mengalaminya. Dan pada saat itu, semua sudah sangat terlambat.

Avian menjelaskan bahwa kehidupan masa pensiun tidak akan terlihat dan terasa menyenangkan sebagaimana yang kita bayangkan selama ini.

Bertualang keliling dunia, bermain bersama cucu, berkebun di halaman belakang rumah, dan sebagainya, tidak akan tercapai kalau kita tidak mempersiapkannya dengan baik sejak saat ini. Sebelum semuanya terlambat, tegas Avian. (bn/readersdigest)

Diambil dari situs Ciputra Entrepreneurship



Ayo bergabung di grup Tanya Jawab Investasi


Tips Mengatur Keuangan Bagi Wanita Lajang

Pengelolaan keuangan tak hanya berlaku bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga untuk wanita yang masih melajang. Karena belum berkeluarga dan belum memiliki tanggungan, akhirnya penghasilan habis untuk membeli sepatu, pakaian, atau hang out bersama teman-teman.

Bagi Anda yang masih berstatus lajang, berikut beberapa kiat pengelolaan uang yang menarik untuk disimak:

1. Buatlah anggaran bulanan secara merinci, misalnya untuk kebutuhan tabungan dan dana pensiun. Agar tidak tergiur dengan penawaran diskon yang dapat meningkatkan gairah berbelanja, disarankan untuk tidak membuat kartu ATM atau debit dari rekening yang Anda alokasikan untuk hari tua tersebut.

2. Meskipun belum menikah, wanita lajang juga harus membangun zona keamanan sendiri. Salah satunya lewat investasi, baik dalam bentuk saham atau dana pensiun. Alternatif lainnya adalah berinvestasi pada rumah atau memulai bisnis kecil-kecilan. Dikarenakan belum memiliki pasangan, mungkin tidak semua wanita lajang berminat membeli rumah. Tetapi jangan jadikan halangan, sebab Anda bisa mengakalinya dengan bermitra dengan saudara kandung atau orang tua.


3. Beberapa perusahaan memberikan tunjangan keluarga kepada karyawan yang sudah berkeluarga, mulai dari tunjangan kesehatan hingga tunjangan pendidikan. Biasanya karyawan yang masih melajang tidak memperoleh fasilitas tunjangan semacam ini. Cobalah berdiskusi pada atasan mengenai kenaikan jumlah insentif yang Anda peroleh, seperti misalnya uang lembur dan jatah cuti tahunan.

4. Jangan berbagi rekening tabungan dengan kekasih, karena risikonya sangat besar! Beberapa kemungkinannya adalah si dia mengambil uang dari rekening tanpa sepengetahuan Anda, atau meminjam uang ke bank dengan jaminan tabungan bersama tersebut. Maka dari itu, disarankan sebelum berbagi tanggung jawab keuangan dengan seseorang yang belum resmi muntuk mempertimbangkan secara matang semua dampak yang mungkin terjadi di waktu mendatang. (bn/dari berbagai sumber)

Diambil dari situs ciputraentrepreurship.com

Bagi teman-teman yang ingin mengetahui lebih jauh tentang investasi, silakan kunjungi page kami di https://www.facebook.com/pages/Tanya-Jawab-Investasi/633675220020153

Tanya Jawab Investasi

Promote Your Page Too